Senin, 19 September 2016

PENERAPAN GREEN COMPUTING PADA KEGIATAN SEHARI-HARI

Apa itu Green Computing ?
       Green Computing adalah pengurangan pemakaian listrik dan pembuangan limbah lingkungan secara berlebihan ketika menggunakan komputer. Orang-Orang menggunakan dan sering memboroskan sumber-sumber daya seperti listrik dan kertas ketika menggunakan komputer.
      Istilah Green Computing itu sendiri muncul dengan booming-nya Energy Star, khususnya mengarah ke bagaimana kita bisa efisien dalam konsumsi energi pada penggunaan produk computing. Saat itu dimulai pada tahun 1992 US Environmental Protection Agency merelease program Energy Star, yaitu program promosi dan penghargaan bagi penerap efisiensi energi pada teknologi monitor, pengontrol iklim, dan teknologi lain. Landasan pergerakannya adalah kebutuhan akan  economic viability (keberlangsungan hidup), social responsibility (tanggung jawab sosial) dan environmental impact (pengaruh lingkungan).

Contoh Penerapan Green Computing dalam kehidupan sehari-hari

Green Computing on Laptop :
  • Gunakan power saving setting
  • Kurangi penggunaan backlight
  • Atur layar dan harddisk sleep/off setelah beberapa menit tanpa penggunaan
  • Matikan bluetooth dan wifi ketika tidak digunakan
  • Lepas kartu MMC, SD, USB Flash apabila tidak digunakan
  • Kecilkan volume suara dan kontras layar
  • Minimalisir penggunaan IrDA (infrared) atau serial communication, karena boros energi
  • Upgrade RAM sebelum ganti laptop
  • Jangan cepat membuang Laptop, lakukan recycle atau donasi ke pihak lain apabila sudah tidak digunakan

Green Computing on Paperless Method :
         Usahakan menggunakan paperless method untuk berbagai urusan kita  karena itu mengurangi sampah carbon footprint. Apabila memungkinkan kembangkan dan terapkan Document Management System, Electronic Invoicing dan Electronic Business Process pada institusi kita.

Green Computing pada diri sendiri 
  1. Tidak harus selalu membeli komputer baru, gunakan: komputer sewaan, bekas/refurbished, atau komputer lama yang masih dapat di-upgrade.
  2. Selalu mencari solusi software terlebih dahulu.
  3. Teliti dalam membeli perangkat, pastikan lulus uji hemat energi dan lingkungan.
  4. Gunakan layar monitor sesuai dengan kebutuhan.
  5. Gunakan monitor LCD daripada CRT, karena lebih hemat energi.
  6. Hindari mencetak e-mail atau dokumen elektronik.
  7. Gunakan e-mail untuk menggantikan fax dan sirkulasi dokumen.
  8. Cetak dokumen yang tidak terlalu penting bolak-balik.
  9. Gunakan kertas daur ulang untuk mencetak.
  10. Perkecil ukuran font dan spasi.
  11. Gunakan printer inkjet daripada laser jet.
  12. Matikan komputer/alat-alat lain yang tidak bekerja pada malam hari maupun akhirminggu.
  13. Gunakan remote admin ke server daripada menggunakan monitor.
  14. Optimalisasi penggunaan komputer, minimalkan penggunaan komputer untuk hal-hal yang tidak penting.